Gerakan Minggu Membaca (GMM) di Desa Warungbanten Sebagai Pondasi Pembangunan Desa

MEMBACA, satu kata yang mudah diingat tapi susah dilakukan. Dari hari ke hari semakin terlihat minat baca dimasyarakat terus berkurang begitu pula dikalangan anak sekolah, mereka mengandalkan tekhnologi yang katanya modern tinggal buka di lnternet semua ada, dari hal positif sampai hal yang negativ. Jika tidak bisa mengendalikan maka tidak sedikit yang akhirnya terjerumus karena tidak bisa memanfaatkan  tekhnologi tersebut.

Nah, melihat realita diatas maka butuh cara jitu untuk mengembalikan jati diri masyarakat yang seolah – olah kacang lupa kulitnya. Kita boleh mengikuti teknologi modern atau mengikuti jaman tapi jangan sampai terbawa arus modernisasi yang sekarang sudah ada depan mata, lengah sedikit maka hancurlah kita termasuk keturunan kita.

Desa warungbanten dengan semangat kebersamaan mencoba kembali mengenalkan MEMBACA dengan membuat suatu wadah yang diberi nama Taman Bacaan Kuli Maca (TBM) Kuli Maca Desa Warungbanten. Diharapan pelajar, mahasiswa, masyarakat kembali membaca karena selain akan menambah wawasan juga akan memperkuat Pondasi Pembangunan Desa. 

Gerakan Minggu Membaca (GMM) yang langsung diprakarsai oleh pemerintahan desa ( kepala desa), tokoh masyarakat, tokoh agama, kasepuhan dan generasi muda diharapkan menjadi langkah awal untuk merubah daya pikir masyarakat dari pemikiran yang sempit menjadi pemikiran luas :

apa yang sudah saya dapatkan dari negeri ini ? 

menjadi

 apa yang sudah saya lakukan dan berikan kepada negeri ini?”

GMM juga diharapkan merubah generasi muda untuk tidak berpikir bekerja keluar menjadi buruh pabrik tapi bagaimana caranya generasi muda bisa memaksimalkan potensi di daerah sendiri, membangun daerah sendiri tidak terlalu bergantung kepada orang lain sehingga akan tercipta masyarakat yang produktif bukan menjadi masyarakat yang konsumtif.

Kita harus bisa memanfaatkan teknologi bukan dikendalikan atau jadi korban tekhnologi. ucap Ruhandi

1 comment on “Gerakan Minggu Membaca (GMM) di Desa Warungbanten Sebagai Pondasi Pembangunan Desa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.