Kepala Desa Warungbaten Mengikuti Seminar dan Workshop Realisasi Perlindungan dan Pemberdayaan Petani/ Nelayan di Daerah

Foto bareng bersama Narasumber , Panitia dari BINA DESA dan SNI serta peserta Seminar dari sabang sampai merauke. Hotel Grand Trisula Indramayu(13-18 /3/2017)

Warungbanten.desa.id_ Kepala Desa Warungbanten Jaro Ruhandi mengikuti kegiatan Workshop dan Seminar tentang Realisasi Perlindungan dan Pemberdayaan Petani dan Nelayan di Daerah. Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Yayasan Bina Desa dan Serikat Nelayan Indonesia (SNI). Bertempat di Hotel Grand Trisula Indramayu tanggal 13-18 Maret 2017. Acara tersebut dibuka langsung oleh bupati Kabupaten Indramayu ibu Hj.Ana Sofana, SH.

Adapun peserta yang hadir berasal dari 3 (tiga) regional/pulau antara lain 1. Sumatera (Aceh, Sumbar, Sumsel dan Lampung). 2. Regional Jawa (Jawa barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY dan Banten). Regional Sulawesi (Sulsel, Sulbar dan Sulsel). 

Peserta yang hadir berasal dari berbagai latar belakang, ada dari Komunitas Petani, Komunitas Nelayan dan Komunitas Pemerintah Desa. Jaro Ruhandi merupakan 1 dianatara 41 peserta yang berasal dari unsur Pemerintah Desa serta termasuk satu – satunya peserta dari Provinsi Banten.

salah satu peserta dari komunitas nelayan sedang mempersentasikan hasil diskusi kelompok.

Ada 3 (tiga) tujuan penting dalam kegiatan ini, dianataranya; 1. Mengetahui tentang Undang – undang Perlintan dan Nelayan. Yaitu : UU Nomor 19 tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. UU Nomor 7 tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan dan Petambak Garam. 

Dalam UU di atas dijelaskan beberapa point penting yang harus diketahui oleh Petani dan Nelayan antara lain : Jaminan Sapras, Jaminan Kepastian Usaha, Jaminan harga, Jaminan ganti rugi gagal panen, Jaminan asuransi, Jaminan Pendidikan dan Pelatihan, Jaminan hak luas lahan, serata Jaminan penyuluhan dan pendampingan .

Jaro ruhandi sedang memaparkan beberapa potensi masalah pertanian yang ada di desa Warungbanten.

Yayasan BINA DESA dan dan SNI yang di Asuh oleh Kang Ahmad Yakub sebagai Pegiat Bina Desa, bu Mardiyah sebagai Kabid  pendidikan, dan Bu Dwi Astuti sebagai direktur BINA DESA sangat terfokus terhadap keberadaan petani dan nelayan kecil diseluruh dari sabang samapai merauke, walaupun belum semua daerah tersentuh dari pembinaan Yayasan tersebut. Termasuk untuk daerah Banten khususnya desa Warungbanten baru pertama kali ikut serta dalam kegiatan ini.

Ada beberapa komunitas yang sudah ada pendampingan dari Yayasan Bina Desa dan SNI baik itu nelayan maupun petani. Tidak hanya terfokus terhadap isu tentang perlindungan petani dan nelayan kecil saja tetapi memberikan dorongan agar bagaiman nelayan dan petani bisa hidup dari hasil Keringat mereka, dan terus mempertahankan keberadaanya. Jangan sampai berkembangnya pembanguan di negeri ini justru malah menjadikan lahan pertanian menjadi semakin sempit. Petani dan nelayan harus bisa merapatkan barisan agar pemerintah dan pihak perusahaan swasta tidak sewenang – wenang melakukan pembanguan di daerah yang mengakibatkan menurunnya angka petani dan nelayan.  

Bukan tidak mungkin cita – cita kedaulatan pangan hanya sebuah mimpi jika hari ini kita tidak memulai untuk melangkah menjaga, mengolah dan merasakan hasilnya.ucap jaro Ruhandi

Kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Bina Desa dan SNI perlu kita ACUNGKAN JEMPOL karena ini sangat membantu petani dan nelayan kecil. Tapi tetap ruhnya ada pada diri kita (petani dan nelayan). 

Harapan saya semoga Bina Desa terus melebarkan sayapnya keseluruh daerah di Indonesia untuk melakukan pendampingan termasuk untuk Desa Warungbanten Kecamatan Cibeber Kab Lebak -Banten, butuh pendampingan terutama untuk pendekatan potensi desa dibidang pertanian. 

1 comment on “Kepala Desa Warungbaten Mengikuti Seminar dan Workshop Realisasi Perlindungan dan Pemberdayaan Petani/ Nelayan di Daerah

  1. Aji Panjalu

    Kasepuhan sebagai komunitas penjaga kadaulatan pangan mempunyai peran penting dalam pembangunan, seperti spa yg dilakukan Kades Warungbanten ini. Dan negara/Pemerintah harus segera mengimplementasikan UU Perlintan untuk semskin mempertahankan setiap jengkal kedaulatan rakyat atas pangan

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.