Seminar Literasi Provinsi Banten Tahun 2017 

Foto : Foto bersama narasumber setelah selesai kegiatan seminar.

Warungbanten.desa.id_  Seminar Literasi tahun 2017  mengambil tema”Membangun Budaya Literasi Masyarakat Banten. Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai intansi antara lain : Perpustakaan kampus, perpustakaan sekolah, perpustakaan desa, KOMUNITAS MOLI (motor litetasi) dan pegiat TBM (Termasuk TBM Kuli Maca Desa Warungbanten). 

Seminar Literasi yang dilaksanakan pada hari Senin, 17 Maret 2017 di gedung PKPRI Serang. Kegiatan tersebut terasa lebih hidup karena hadir  Narasumber yang handal, bang Dc Aryadi, (Dewan Perpustakaan Provinsi), bu Nani (staff khusus budaya baca dari Perpusnas), Toto St Radik (penulis sekaligus Sastrawan), Firman Venayaksa (Dosen Untirta dan ketua Forum TBM Nasional), Bambang Qianees (penulis sekaligus Dosen Filsafat di UIN Syarif Hidayatullah), dan Moderator (Rehan).

Foto : Acara pembukaan Seminar Literasi tahun 2017 oleh Dr. H. Ajak Muslim, M.Pd. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Banten.

Kegiatan tersebut di fasilitasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Banten dan di buka langsung oleh Kepala Dinas Perpustakan Dr. H. Ajak Muslim, M.Pd. 
Keberadaan perpustakaan atau TBM sangat mendapat perhatian khusus dari pemerintah hal itu terbukti adanya rencana anggaran yang digelontorkan untuk perpustakaan sebesar Rp. 563 Milyar tahun 2017. 

Ada hal menarik dari seminar tersebut tentang pernyataan UNESCO tahun 2012 bahwa minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001. Yang artinya dari 1000 penduduk hanya 1 orang yang mau membaca serius.

Adapun menurut data World’s Most Literate Nation, yang disusun oleh Central Connecticut State University tahun 2016, Indonesia berada di peringkat ke 60 dari 61 negara yang diteliti. Yang ke 61 negara Bostwana, sebuah negara miskin di selatan Afrika.

Dan PR besar tersebut merupakan tanggung jawab kita bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, siapapun bisa mewujudkan budaya baca guna memenuhi amanat UUD 1945 yaitu “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. 

Adapun mengenai sarana prasarana merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. Ucap Drs. Nani (dari Perpusnas).

Foto : pemberian buku “Menjadi Banten” kepada jaro Ruhandi oleh penulisnya sendiri Bambang Qomaruzzaman (qianees), yang diterbitkan oleh Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Banten Tahun 2015.

Rangkaian Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan  tanya jawab yang di tutup dengan pemberian buku oleh penulis buku ” Menjadi Banten” yaitu Bambang qomaruzzaman yg biasa dipanggil Qianees kepada jaro Ruhandi peserta dari TBM/ Perpustakaan Kuli Maca Desa Warungbanten Kec. Cibeber kab. Lebak.
Kebanggaan tersendiri bisa bisa bertemu dengan penulis, pegiat Litetasi, dan sastrawan terkemuka sekaligus diberi buku penghargaan dari penulisnya sendiri. Ucap jaro Ruhandi.
 

1 comment on “Seminar Literasi Provinsi Banten Tahun 2017 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.