NGAREREMOKEN

Kegiatan ngareremoken di kaolotan Cibadak desa Warungbanten

Warungbanten.desa.id _desa Warungbanten memiliki potensi yang sangat beragam, baik itu potensi alam juga ada potensi budaya /adat yang sampai hari masih terjaga dan lestari.Potensi budaya yang masih lestari selain acara seren taun, ada juga tradisi Ngareremoken.

Ngareremoken merupakan satu ritual adat di Kaolotan Cibadak yang bertujuan ngagelarken/ngabungahken sri pohaci kabumi ka buana panca tengah, sebelum bertani, dilakukan setiap satu tahun sekali. 

Kegiatannya dilaksanakan pada malam hari, ditempat terbuka dengan cara mengelilingi benih padi sawah dan huma yang ditaruh didalam boboko/bakul yang ditutupi dengan kain putih selama satu putaran dan 4 kali berhenti sampai kembali ke tempat semula. Terdiri dari empat orang dengan menggunakan kain putih yang diikatkan dipinggang.

Padi tersebut nantinya akan dijadikan benih/bibit. Selain ditutup dengan kain putih padi tersebut juga di lindungi dengan payung warna hitam.

Pembacaan kitab “sejarah Nabi Adam as dan Siti Hawa” oleh Ust.  Zaenal Muttaqin dalam acar Ngareremoken

Selain kegiatan tadi, dalam waktu yang sama sebagian orang baris sesepuh mengikuti kegiatan pembacaan Kitab “Sejarah Nabi Adam as dan Siti Hawa”, do’a – do’a dan nasehat – nasehat kepada umat manusia agar senantiasa beribadah kepada Allah.

Kegiatan terakhir dari ritual “ngareremoken adalah salametan (syukuran), tawasulan kepada ahli-ahli kubur, dan dilanjutkan dengan makan – makan.
Sumber : Kaolotan Cibadak desa Warungbanten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.