Potensi Desa; PEMBENTUKAN KELOMPOK PENGRAJIN ANYAMAN

Jaro Ruhandi sedang memberikan Sambutan tentang pentingnya menghidupkan kembali para pengrajin di desa Warungbanten. 12/11/2017

Desa Warungbanten memiliki segudang potensi yang tentunya bisa dimanfaatkan oleh warga desa guna meningkatkan kesejahteraan. Salah satunya adalah kerajinan anyaman dan  seni ukir. Potensi tersebut semakin kesini semakin kurang peminatnya padahal selain merupakan kebutuhan juga bisa menjadi nilai ekonomi bagi masyarakat. 

Potensi anyaman selain menjadi kebutuhan sehari -hari, diantaranya boboko,  tolok,  nyiru,  kanderon,  ayakan,  nampan,  bakul, aseupan, dan sebagainya juga akan menjadi nilai seni yang tidak menutup kemungkinan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat luar desa Warungbanten.

Untuk menyikapi hal tersebut pemdes Warungbanten berinisiasi untuk menghidupkan kembali kerajinan anyaman dengan membuat “Kelompok Pengrajin Anyaman” yang di ambil dari muda mudi desa dibawa kepengurusan TBM Kuli Maca.  

Rencanaya dalam waktu dekat, para pengrajin di desa Warungbanten akan di kumpulkan sekaligus pengukuhan pengurus. 

Karyandi, yang terpilih menjadi ketua kelompok pengrajin sangat antusias sekali menanggapi kegiatan ini.”Saya sangat setuju dan apresiasi terhadap jaro Ruhandi yang langsung mempelopori kegiatan ini,  karena ini akan menjadi peluang besar kami dalam mengembangkan seni anyaman. 

Begitu pula bapak Wikanta selaku tokoh masyarakat sekaligus juru basa di Lembaga Adat Kaolotan Cibadak sangat mendukung kegiatan tetsebut.

“Bukan hanya seni anyaman yang akan kami kembangkan tetapi masih ada lagi ang lain,  seperti seni ukir (wayang golek) dan seni gamelan. Ucap jaro Ruhandi. 

Kanderon salah satu hasil kerajinan tangan Aki Janadi dari kp. Cibadak desa Warungbanten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.