Pemberdayaan Masyarakat Desa Adat Yang Dilakukan di Desa Warungbanten

Jaro Ruhandi : Tampil dalam acara Pemberdayaan Masyarakat Desa Adat, dengan menggunakan iket khas adat banten kidul

Desa Warungbanten salah satu desa di Banten Kidul yang sebagian besar penduduknya merupakan masyarakat adat, sehingga dalam kehidupan sehari harinyapun tidak terlepas dari kegiatan kegiatan adat.

Hal tersebut yang membuat jaro Ruhandi di undang untuk menjadi narasumber dalam acara yang dilaksanakan oleh Ditjen Pelayanan Sosial Dasar tentang Pemberdayaan Masyarakat Desa Adat di Hotel Hariston Jakarta Utara pada tanggal 4-5 desember 2017.

Dalam penjelasannya jaro Ruhandi menegaskan bahwa ada 3 hal penting dalam pemberdayaan masyarakat di desa Warungbanten, yaitu : Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahtraan.

Pendidikan, dalam bidang pendidikan pemdes Warungbanten mendirikan perpustakaan dan TBM yang diberi nama KULI MACA. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM)  yang handal.

Kesehatan, dalam bidang kesehatan terlihat dengan adanya Posyandu, Bidan desa,  dan membudayakan kembali makanan lokal.

Kesejahtraan, ada beberapa hal yang mendukung kesejahtetaan di mayarakat desa adat yaitu mengembalikan pertanian dari menggunakan Pupuk kimia menjadi pertanian alami (natural farming).  Membentuk kelompok pengrajin (anyaman,  seni ukir,  gamelan, dll), pendirian BUMDes, mengembangkan peternakan.

Selain tiga unsur penting tersebut, pemberdayaan masyarakat desa adat pastinya tidak boleh terlepas dari aturan aturan adat yang telah diwariskan oleh para pendahulu (karuhun).

Contohnya adalah budaya gotong royong dan hasil panen padi tidak boleh di jual,  tetapi disimpan di dalam lumbung padi (leuit).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.