Pemdes Warungbanten Terus  Kembangkan Pertanian Alami

Mikroba 2 dan Nutri hasil olahan kelompok tani alami Desa Warungbanten siap untuk digunakan.

Warungbanten.desa.id_ Natural farming atau Pertanian alami  sudah dikenal bahkan dilakukan di masyarakat desa Warungbanten kurang lebih 30 tahun kebelakang, tapi sayang  sejalan dengan perkembangan jaman semua itu jadi berubah dari mengunakan pupuk alami menjadi pupuk kimia.  

Sementara setelah mengunakan pupuk kimia, kualitas dari tanaman padi sangat berbeda,  terbukti padi yang menggunakan pupuk alami ketika disimpan didalam leuit atau lumbung kualitasnya bagus walau puluhan tahun. Sementara yang menggunakan pupuk kimia cepat lapuk dan kualitasnya kurang baik.  

Dampak negativ lainnya dari pupuk kimia sudah semakin terasa mulai susah didapat,  mahal, dan juga tidak ramah linkungan yang membuat ketidakseimbangan lingkungan. 

Selain itu, pupuk kimia hanya memberikan keuntungan bagi pihak pihak tertentu yang bisa seenaknya memainkan harga. 

Untuk mengahadapi  kesenjangan tersebut, Jaro Ruhandi melakukan terobosan baru dengan memberikan pemahaman  kepada masyarakat untuk kembali ke pertanian alami lewat bimbingan Yayasan Bina Desa dan Pegiat pertanian alami nusantara. 

Selain memberikan pemahaman tentang pertanian alami (natural farming) ,  masyarakat juga difasilitasi langsung cara pembuatan pupuk alami,  mikroba, dan nutrisi untuk tanaman baik kebun maupun sawah. 

Kader kader PKK desa misalnya,  mereka sudah mulai melakukan pemanfaatan tanah pekarangan rumah  dengan menggunakan pupuk alami yang dibuat sendiri. 

Untuk memperkuat keberadaan pertanian alami,  pemdes Warungbanten akan membuat PERDES tentang Pertanian Alami yan diperkuat dengan lembaga adat kaolotan yang ada.  Selanjutnya akan dilakukan pembentukan kelompok – kelompok pertanian alami. Ucap Jaro Ruhandi

Untuk lebih memperluas pertanian alami pemdes Warungbanten mebuka tempat belajar bersama pertanian alami di alam terbuka yang dibuka setiap hari minggu. Tempat tetsebut terbuka untuk umum. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.