warungbanten.desa.id – Pemdes Warungbanten terus bergeliat dalam penggalian potensi desa, baik potensi Sumber Daya Manusia (SDM) maupun Sumber Daya Alam (SDA).

Dalam penggalian SDM, Pemdes Warungbanten mencoba mengembangkan Literasi Budaya dan Kewaargaan yang memang sangat memiliki potensi besar berada di Lembaga Kaolotan Cibadak, salah satunya adalah seni Angklung Buhun Dogdog Lojor.

Selama ini angklung buhun selalu dimainkan oleh orang tua saja, nyaris tidak ada anak muda yang tertarik dengan kesenian ini. Lewat dorongan kuat Kepala Desa Warungbanten Jaro Ruhandi melalui para pegiat literasi TBM Kuli Maca, kini sudah menjelma grup seni Angklung Buhun Dogdog Lojor remaja yang anggotanya terdiri dari anak usia SD, SLTP, dan SLTA.

Sudah ada dua grup seni Angklung Buhun Dogdog Lojor remaja yang terbentuk yaitu kelompok perempuan dan laki – laki yang rutin berlatih setiap malam di hari libur di komplek Rumah Adat Kaolotan Cibadak Desa Warungbanten.

“Dengan dukungan semua pihak, masyarakat, kasepuhan, dan pemerintah desa, saya yakin keberadaan kesenian Angklung Dogdog Lojor akan terjaga keberadaannya, digemari oleh semua pihak terutama generasi muda, dan mereka bukan hanya sebagai penggemar tetapi akan menjadi pioner kemajuan seni budaya di lembaga adat Kaolotan Cibadak Desa Warungbanten, sekaligus membuktikan kepada masyarakat luas tentang eksistensi generasi muda dalam menjaganya,” ucap Jaro Ruhandi di sela-sela perhelatan Launcihng (Peluncuran) Kampung Literasi TBM Kuli Maca, Sabtu (29/6/2019).

Kesungguhan generasi muda di desa Warungbanten dalam melestarikan seni budaya terbukti saat tampil dalam acara Peluncuran Kampung Literasi TBM kuli Maca Desa Warungbanten yang mampu membuat masyarakat dan para tamu undangan dari 24 kabupaten/ kota dari berbagai provinsi kagum dan memberikan apresiasi yang luar biasa.

“Saya menangis saat melihat pertunjukan seni budaya yang penuh kekompakan, semangat dan rasa optimis generasi muda dan masyarakat dalam pelestarian seni budaya yang diwariskan leluhur,” kata Debby Lukito, pegiat Literasi dari Bali.

“Kami merasa bangga menjadi bagian dari pelestari sekaligus pelaku seni Angklung Buhun Dogdog Lojor di Kaolotan Cibadak, kami akan terus berlatih dan menularkannya kepada yang lainnya,” ucap Ugi pemain seni Angklung Buhun Dogdog Lojor.

Berbagai potensi yang ada di Desa Warungbanten merupakan aset yang sangat bernilai apabila dikelola dengan baik sesuai pemanfaatan dan ketentuan adat yang berlaku. Keindahan alam, adat budaya, dan kesenian tradisionalnya menjadi potensi pariwisata dari segi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dapat memajukan desa.

“Semoga kedepan ini akan menjadi salah satu tujuan wisata budaya yang banyak digemari oleh semua kalangan sehingga akan mampu mengangkat kesejahtraan masyarakat desa Warungbanten,” pungka Jaro Ruhandi.