Artikel
TRADISI SEDEKAH BUMI DESA WARUNGBANTEN
Hallo reader ada yang tahu Sedekah Bumi ? Jadi di hari Kamis, 5/12/2019 Desa Warungbanten tepatnya di Kp. Nagajaya mengadakan acara Sedekah Bumi, acara ini merupakan tradisi leluhur yang diadakan setiap 7 hingga 10 tahun sekali yang dipimpin oleh Ketua Kesepuhan dan dihadiri oleh Kepala Desa, aparatur Pemerintah Desa, serta Kapolsek Kec. Cibeber.
Dalam acara tersebut para warga menyembelih kerbau dan ayam yang akan di bagikan ke tiap-tiap kelompok yang dibagi menjadi 22 kelompok, setiap kelompok terdapat 5-7 Kepala Keluarga.
Uniknya dalam acara ini, mulai dari masak memasak hingga makan bersama dilakukan diluar rumah, tidak boleh ada warga yang membawa makanan ke dalam rumah. Selain itu dalam memasak daging para warga dilarang untuk mencicipi masakannya, juga tidak diperbolehkan untuk memakan masakan hingga waktu yang ditentukan oleh ketua kesepuhan.
Para warga juga dilarang untuk mengajak atau menawari tamu untuk makan, tamu atau siapapun yang ingin makan harus mengambil sendiri makanannya. Dan dipersilahkan untuk membawa makanan yang tersedia tanpa disuruh oleh pribumi.
Jadi gimana ? Ada yang tertarik dan berani makan tanpa ditawari si pemilik masakan ? Tenang saja, karena sebenarnya warga akan sangat senang jika ada tamu yang membawa makanan tersebut.
Karena sisa makanan seperti tulang belulang, atau bahkan daging harus dikubur, tidak boleh ada makanan sisa yang dibawa kerumah warga.
"Intinamah urang Hurip jeung hirup asalna ti bumi jeung bakal mulang asal ka bumi" tutur abah Ubang.
Intinya adalah bahwa sedekah ini ditujukan untuk bumi yang menjadi asal dari makhluk hidup, yang menjadi pijakan dan kehidupan untuk manusia yang selanjutnya nanti akan kembali lagi ke bumi. Singkatnya kita hidup dari tanah dan akan kembali lagi ke tanah.
Jika ada kritik, saran atau pertanyaan silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah membaca.