POTENSI WISATA ALAM DESA WARUNGBANTEN

Rumah Adat Kaolotan Cibadak Desa Warungbanten

Walau Berada di ibukota kecamatan, Desa Warungbanten tidak meninggalkan adat budaya yang sudah puluhan tahun keberadaannya. Ada sesuatu yang masih tersembunyi didalamnya yaitu lembaga adat kaolotan cibadak yang menyimpan seribu cerita. 

Kepatuhan terhadap budaya leluhur masih ada disini sehingga terjalain kerukunan antar sesama sangat kuat begitu pula budaya gotong royong masih dipertahankan . Salah satu contoh adanya sunatan massal dalam setahun sekali, ketika ada yang kena musibah/meninggal dunia, pembangun rumah dan kegiatan kegiatan umum lainnya.

Situs Batu Tumpeng di Kampung Cibadak Desa Warungbanten

Selain itu juga keindahan alamnya tidak kalah menarik dari tempat tempat lain dan bisa dijadikan sebagai tempat wisata alam, seperti dungus Kibujangga yang memiliki luas 8 hektar berada di kampung Cibadak, Situs Batu Tumpeng di dalam kawasan dungus Kibujangga, rumah adat di samping dungus Kibujangga yang bisa dijadikan tempat istirahat untuk tamu dan tempat pelatihan, kegiatan sosial dan kegiatan lainnya, Situ Ciparay di kampung Warungbanten yang direncanakan sebagai tempat pemancingan dan budidaya ikan air tawar dan juga keindahan Lumbung Padi yang masih lestari.

Lumbung Padi (leuit) bukti ketahanan pangan warisan karuhun

Kegiatan tahunan yang masih lestari adalah Seren Taun, Sunatan Massal, Sedekah Bumi yang dilakukan setiap 10 tahun sekali. 

Begitu pula dengan kesenian tradisional masih dimumule atau dijaga keberadaanya dan seringkali ditampilkan kesenian dalam setiap kegiatan tingkat kabupaten dan provinsi yaitu rengkong.

2 comments on “POTENSI WISATA ALAM DESA WARUNGBANTEN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.