Firman Venayaksa (Forum TBM Pusat), Najwa Shihab (Duta Baca Indonesia), dan Jaro Ruhandi (Kepala Desa Warungbanten) Foto bersama sehabis diskusi dengan Mentri PDTT di gedung Kementrian PDTT RI. (Jakarta, 6 Oktober 2017)

Warungbanten.desa.id – Sebagaimana janji Presiden Joko Widodo yang berupaya agar beberapa persen dana desa dapat dialokasikan untuk pembangunan perpustakaan desa ketika disampaikan pada acara peresmian gedung Perpustakaan Nasional di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

“Mengenai dana desa untuk perpustakaan, akan saya urus masalah ini,” ujar Jokowi beberapa waktu lalu. Seperti dikutip dari laman Kompas.com – Kamis (14/09/2017).

Telah dilakukan pertemuan antara Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo dengan Najwa Shihab (Duta Baca Indonesia), Kepala Perpusnas, Forum TBM dan Pustaka Bergerak di Kantor Menteri Desa PDTT, Jumat (6/10/2017).

Pertemuan tersebut menghasilkan 4 (empat) poin penting terkait Perpustakaan Desa/ Taman Bacaan Masyarakat, yaitu:

(1) Akan melakulan sosialisasi terkait dengan Perpustakaan Desa/ Taman Bacaan Masyarakat kepada Kepala Desa/ Pendamping Desa mengenai indeks desa membangun (Permendes No  2 tahun 2016).

(2) Akan dibuat taskforce untuk hal di atas sehingga desa-desa dapat mengalokasikan Dana Desa (DD) untuk membangun Perpustakaan Desa/ Taman Bacaan Masyafakat.

(3) Menteri Desa akan ikut berpartisipasi dengan membuat himbauan terkait penyelenggaraan Perpustakaan Desa/ Taman Bacaan Masyarakat.

(4) Penyelenggaraan Peŕpustakaan Desa/ Taman Bacaan di desa harus melalui mekanisme rapat desa sehingga perlu ada pendampingan dan proses sinergitas antara pegiat literasi, perangkat desa dan masyarakat.

Keempat poin tersebut menjadi angin segar bagi para pegiat literasi di tanah air sebagaimana disampaikan oleh Ketua Forum TBM Pusat Firman Venayaksa yang juga hadir dalam pertemuan bersaman Menteri Desa PDTT.

“Gerakan literasi kini sudah luar biasa gaungnya. Sekarang sudah waktunya pegiat literasi melakukan sinergi dengan berbagai pihak. Sebagai organisasi yang menjadi wadah sekitar 6000 TBM di Indonesia, Forum TBM ingin menjadi katalisator sehingga berbagai elemen saling menguatkan gerakan ini,” ujarnya melalui pesan aplikasi Whatsapp.

Sementara dalam dalam kenyataannya, Ketua geng Motor Literasi (MOLI) yang biasa disapa El Presidente ini mengindikasikan sebagian besar kepala desa belum menyelenggarakan pendirian Perpusdes/ TBM dalam pelaksanaan Indeks Desa Membangun.

“Dalam indeks desa membangun, pendirian Perpustakaan Desa/ Taman Bacaan Masyarakat sudah jelas. Tetapi masih banyak kepala desa yang belum tertarik. Mereka lebih senang membangun infrastruktur daripada membangun peradaban dengan menyelenggarakan Perpustakaan Desa/ TBM,” imbuhnya.

Jaro Ruhandi foto bersam Mentri PDTT setelah diskusi bersama para pegiat Literasi.

Namun apa yang dirisaukan oleh Firman tidak berlaku bagi Kepala Desa Warungbanten Ruhandi yang turut serta dalam pertemuan bersama Menteri Desa PDTT. Dalam memimpin desanya pria yang akrab disapa Jaro ini menjadikan gerakan literasi sebagai ujung tombak kemajuan warganya. Hal tersebut dibuktikan dengan kebijakan “Satu RT Satu Pojok Baca”.

“Semua pihak (warga masyarakat) harus ikut serta dalam kegiatan literasi, saya mengajak warga untuk menjadi terdepan, karena gerakan literasi merupakan kebutuhan kita bukan sekedar program kerja,” tandasnya. (sumber : pelita banten)