Mahasiswa Untirta “Berburu” Cerita Rakyat Kampung Adat Cibadak Desa Warungbanten

Pemberian plakat (cendramata) dari perwakilan mahasiswa kepada jaro Ruhandi. 19/11/2017

Warungbanten. desa. id – Sekitar 70 mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Untirta Serang melakukan perjalanan sejauh 312 kilo meter pulang pergi ke kampung adat Cibadak Desa Warungbanten di Banten Selatan.

Tujuan mereka mendatangi kampung adat Cibadak adalah untuk melakukan penelitian lapangan dengan mewawancarai sesepuh di sana sambil menggali cerita rakyat.

Selain itu,  mahasiswa juga tidak ketinggalan  membawa buku bacaan untuk disumbangkan ke TBM Kuli Maca desa Warungbanten guna meningkatkan budaya baca di tempat tersebut. Sekaligus para mahasiswa berbagi pengalaman dengan relawan KULI MACA dan anak anak yang adatang ke tempat tersebut sambil berbagi hadiah.

“Matakuliah Kajian Prosa Fiksi ini sengaja saya fungsikan tidak hanya mengajak mahasiswa untuk memahami sastra modern. Sastra lisan juga penting untuk digali. Apalagi di Banten, cerita rakyat belum tereksplorasi dengan baik,” ungkap aktivis literasi ini.

Firman berharap, setelah mahasiswa langsung berkunjung ke kampung adat dan bertemu dengan penutur cerita rakyat, mereka bisa terbuka cakrawalanya bahwa sastra tidak melulu persoalan “text book”.

“teks literer yang unik justru harus kita eksplorasi dari kampung adat seperti ini karena masih orisinil dan banyak nilai-nilai lokal yang bisa didapatkan.”

Sementara itu Diki Handoyo yang mengikuti penelitian lapangan ini cukup tertantang untuk mendalami cerita rakyat di kampung adat ini.

“Tadi saya sempat berbincang dengan kasepuhan di sini bahwa ada hutan terlarang dan ada cerita rakyatnya. Saya cukup tertantang untuk menelitinya.”

Di tempat yang sama, Kepala Desa Warungbanten, Ruhandi, menyambut baik penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Untirta.

“Sebetulnya saya sudah lama membicarakan hal ini dengan Pak Firman dan atas nama desa maupun kampung adat, kami berterimakasih karena akhirnya proses penelitian ini bisa terwujud. Semoga setelah mahasiswa menuliskan cerita rakyat yang ada di kampung adat Cibadak, bisa diterbitkan dalam bentuk buku sehingga banyak orang yang lebih mengenal kebudayaan di sini.”

Sumber : bantennews (Fir/You/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.